Rabu, 05 Desember 2012

BAB II - LANDASAN TEORI

      2.1   Kerangka Teori
Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam sebuah siste, pelayanan tertentu. Dalam pelaksanaan pelaku utama dalam hal ini adalah pelanggan dan pelayanan.
2.1.1     Konsep-Konsep Dasar Teori Antrian
Teori antrian dalam bahasa Inggris disebut dengan waiting line theory, atau quering theory. Teori antrian pertama kali dikembangkan oleh ahli matematika dan insyinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K Erlang pada tahun 1909. Dia mengembangkan model antrian untuk menentukan jumlah yang optimaldari fasilitas telepon switcing yang digunakan untuk melayani permintaan yang ada. Penggunaan model ini makin meluas tepatnya mulai sejak akhir perang dunia ke-II. Sampai saat ini, waiting line theory mempunyai aplikasi yang luas untuk alat operasi perusahaan atau manajemen(http://tazmaniabenz.wordpress.com/2010/konsep-konsep-dasar-teoriantrian/)

Persoalan-persoalan yang dapat diselesaikandengan teori antyrian adalah meliputi bagaimana perusahaan dapat menetukan waktu dan fasilitas yang sebaik-baiknya agar dapat melayani konsumen atau langganan dengan efisien. Di dalam hal ini tentu saja diperhitungkan antara ekstra biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menambah fasilitas service baru dengan kerugian konsumen karena harus menunggu apabila tidak diadakan penambahan fasilitas service yang baru.

Dengan demikian, yang menjadi tujuan utama teori ini adalah mencapai keseimbangan antara ongkos pelayanan dengan ongkos yang disebabkan oleh adanya waktu menunggu (Pangestu Subagyo,2000,264). Dengan kata lain tujuan dasar teori antrian adalah untuk meminimumkan total dua biaya, yaitu biaya langsung penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya tidak langsung yang timbul karena para konsumen menunggu untuk dilayani.

2.1.2     Sistem Antrian
Pelanggan/konsumen yang tiba dapat bersifat tetap atu tidak tetap untuk memperoleh peayanan. Apabila pelanggan yang tiba dapat langsung masuk kedalam sistem pelayanan maka pelayanan tersebut akan langsung dilayani, sebaliknya jika harus menunggu maka mereka harus membentuk antrian hingga tiba waktu pelayanan.

Berdasarkan uraian diatas maka dalam sistem antrian terdapat komponen utama yakni :
1.       Antrian yang memuat langganan atau satuan-satuan yang memerlukan pelayanan (pembeli, orang sakit, mahasiswa, kapal, dan lain-lain)
2.       Fasilitas pelayanan yang memuat pelayanan dan saluran pelayanan (loket biopskos dan penjual karcis, teller bank dan para nasabah dan lain-lain)

2.1.3     Disiplin Antrian
Disiplin antrian adalah konsep membahas mengenai kebijaka dalam mana para langganan dipilih dari antrian untuk dilayani, berdasarkan urutan kedatangan pelanggan. Ada 4 bentuk disiplin pelayanan yang bisa digunakan dalam praktyek yakni :

1.       First Come First Served (FCFS) atau First In First Out (FIFO) yaitu pelanggang yang datanglebih dulu akan dilayani lebih dahulu.
Misalnya: sistem antrian pada bank, spbu dan lain-lain.
2.       Last Come First Served (LCFS) atau Last In Last Out (LIFO) yaitu sistem antrian pelanggan yang datang terakhir akan dilayani lebih dahulu.
3.       Service in Random Order (SIRO) yaiti pelanggang didasarkan pada peluang secara acak, biasanya timnbul dalam keadaan praktis.
4.    Priority Service (PS) yaitu pelayanan yang diberikan kepada mereka yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mempunyai prioritas lebih rendah. Kejadian ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang karena kedudukan atau jabatannya lebih tinggi, atau seseorang yang menyebabkan dia sipanggil terlebih dahulu atau diberi prioritas lebih tinggi, atau seseorang yang keadaan penyakitnya lebig berat dibangding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter.

2.1.4     Elemen-Elemen Pokok dalam Sistem Antrian
Menurut Tju Tju Tarliah Dimyanti dan Ahmad Dimyati (2003;350) terdapat 5 elemen pokok dalam antrian :
1.         Sumber Input
Suatu  karakteristik yang perlu diketahui dari sumber input ini adalah ukurannya (jumlahnya), yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total langganan potensial. Sumber masukan dari suatu sistem antrian dapat terdiri atas suatu populasi orang barangm komponen atau kertas kerja yang datang pada sistem untuk dilayani.

Bila populasi relatif besar seiring dianggap bahwa hal itu merupakan besaran yang takterbatas. Anggapan ini adalah umum karena perumusan sumber masukan yang tak terbatas lebih sederhana dari pada sumber yang terbatas. Suatu populasi dinyatakan “besar” apabila populasi tersebut besar bila dibanding kapasitas sistem pelayanan.
2.         Antrian
Karakteristik suatu anyrian ditentukan oleh jumlah unit maksimun yang boleh ada dalam sistemnya. Antrian ini dikatakan terbatas atau tidak terbatas, tergantung pada apakah jumlahnya unitnya terbatas atau tidak terbatas.
3.         Disiplin Pelayanan
Disiplin pelayanan berkaitan dengan cara memilih anggota antrian yang akan dilayani. Sebagai contoh, disiplin pelayanan ini dapat berupa First Come First Served (FCFS), atau Random atau dapat pula berdasarkanprosedur prioritas tertentu. Jika tidak ada keterangan apa-apa tentang disiplin pelayanan ini, maka asumsi yang biasa digunakan adalah First Come First Served (FCFS).
4.         Mekasnisme Pelayanan
Terdiri dari satu atau lebih pelayanan yang masing-masing terdiri dari satu atau lebih saluran pelayanan paralel. Jika ada lebih darin satu fasilitas pelayanan, maka unit-unit yang memerlukanpelayanan akan dilayani oleh serangkaian fasilitas pelayanan tersebut (saluran pelayanan seri).
5.         Proses Antrian Dasar
Suatu garis penungguan tunggal terbentuk didepan suatu fasilitas pelayanan tunggul, dimana ada satu atau beberapa pelayanan. Setiap unit (langganan) yang diturunkan dari suatu sumber input dilayani oleh salah sattu pelayanan-pelayanan yang ada, mungkin setelah unit itu menunggu dalam antrian (garis penungguan).

  
      2.2   Model-Model Antrian
Berdasarkan sifat pelayanannya dapat diklasifikasikan fasilitas-fasilitas pelayanan dalam susunan saluran dan phase yang akan membentuk suatu antrian yang berbeda-beda. Istilah saluran menunjukan jumlah jalur ungtuk memasuki sistem pelayanan. Sedangkan istilah phase berarti jumlah staisun-stasiun pelayanan, dimana para langganan harus melalulinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap.

Ada 4 model struktur antrian dasar yang umum gterjadi dalam seluruh sistem antrian :
1.         Single Chanel-Single Phase
Single chanel single phase berarti bahwa hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan atau ada satu pelayanan. Single phase menunjukan bahwa hanya ada satu stasiun pelayanan sehingga yang telah menerima pelayanan dapat langsung keluar dari sistem antrian. Contohnya adalah pada pembelian tiet bus yang dilayani oleh satu loket, seorang pelayanan toko dan lain-lain.


2.         Single Chanel-Multi Phase
Single chanel multi phase berarti ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan dalam phase-phase. Misalnya pada proses pencucian mobil, lini produksi massa dan lain-lain.


3.         Multi Chanel-Single Phase
Sistem multi chanel single phase  terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh suatu antrian tunggal. Sebagai contoh adalah pada pembelian tiket yang dilayani oleh lebih dari loket, pelayanan nasabah di bank, dan lain-lain.


4.         Multi Chanel-Multi Phase
Sistem ini terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dengan pelayanan pada lebih dari satu phase, sebagai contoh adalah pada pelayanan kepada pasien dirumah sakit darin pendaftaran, diagnosa, tindakan medis sampai pembayaran. Setiap sistem-sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahap, sehingga lebih dari satu individu dapat dilayani pada suatu waktu.


       

BAB I - PENDAHULUAN



1.1            Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami fenomena menunggu. Sangat menyanangkan jika kita dapat diberi pelayanan, atau hal lainnya tanpa diharuskan untuk menunggu. Akan tetapi baik kita menyukai atau tidak menyukainya, menunggu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari kita, dan yang kita harapkan hanyalah agar ketidak nyamanan dapat di minimalisir.

Untuk mengurangi tingkat kerugian yang ditimbulkan dari atrian, maka dapat diterapkan salah satu metode dari beberapa metode antrian yang ada dengan menerapkan metode antrian, pemberi jasa dapat memperpendek garis antrian yang timbul akibat dari fasilitas pelayanan yang kurang memadai.

Antrian yang sangat panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan memang sangat menyebalkan dan membosankan serta dapat juga merugikan bagi pelanggan baik dari segi waktu maupun dari segi biaya. Oleh karena itu, seharusnya sistem antrian ini dapat dirancang lebih cepat dan efisien agar meningkatkan pelayanan pelanggan dengan menggunakan teori antrian .

Sistem antrian yang sering kita jumpai dlam kehidupan sehari-hari sengatlah banyak. Seperti antrian pada loket-loket transaksi bank loket0loket pembayaran telepon, antrian untuk membeli tiketb bus di terminal, antrian penonton pada gedumng bioskop, antrian mobil-mobil di tempat pembayaran tol, antrian pasien-pasien yang menunggu giliran untuk mendapatkan palayana  dokter maupun untuk mengambil obat di loket obat dan masih banyak lagi contoh-contoh lainya.

Dan berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik mengambil judul “ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PENGAMBILAN OBAT DI LOKET OBAT PADA PUSKESMAS PONDOK KELAPA KECAMATAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR”.


  1.2            Rumusan dan Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari penulisan ilmiah ini yaitu :
1.      Bagaimana proses antrian pada Puskesmas Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur dengan menggunakan metode Antrian Multi Chanel Single Phase pada hari kerja ?
2.      Berapa jumlah loket yang harus dioperasikan agar pelayanan dapat optimal ?

Batasan Masalah
Pada bagian ini penulis membatasi masalah pembahasan pada layanan loket antrian dalam penyerahan dan pengambilan obat oleh pasien pada Puskesmas Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

  1.3            Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan ilmiah adalah :
1.      Untuk mengatasi masalah antrian yang sering terjadi pada loket pengambilan  obat di Puskesmas Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur
2.      Untuk menyatukan jumlah karyawan apoteker yang harus dioperasikan pada setian hari kerja

  1.4            Manfaat Penelitian
1.      Manfaat akademis, mengetahui bagaimana proses antrian yang terjadi pada Puskesmas Pondok Kepala Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.
2.      Manfaat praktis, ,mengoptimalkan pelayanan pada loket pengambilan obat pada Puskesmas Pondok Kelapa Kdecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.


  1.5            Metode Penelitian
Objek Penelitian
Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah para pasien yang mengantri di loket pengambilan obat pada Puskesmas :Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Data/Variabel
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah :
1.      Tingkat kedatangan rata-rata pasien
2.      Waktu pelayanan rata-rata
3.      Junmlah pasien
4.      Jumlah fasilitaspelayanan

Metode Pengumpulan Data
Adapun metode penulisan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Metode Kepustakaan, yaitu dengan cara mengumpulkan, membaca, mempelajari serta menelaah buku-buku bacaan, surat kabar, majalah, internet dan lain sebagaimya yang berkaitan dengan pembahasanyang peulis tulis.
2.      Observasi, dengan mendatangi objek y6ang bersangkutan untuk mendapatkan data yang diperlukan.
3.      Wawancara, dengan mendatangi dan mengajukan pertanyaan pada narasumber puskesmas tersebut untuk mendapatkan data yang akurat.


  1.6            Alat Analisis yang Digunakan
Alat analisis yang digunakan adalah metode Multi Chamel Single Phase. Multi Chanel Single Phase adalah metode yang digunakan untuk dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialirioleh antrian tunggal.

jurnal III


Nama                   : Erni Wati
NPM                   : 11206157
Jurusan                : Manajemen
Judul                   : Analisis Antrian Pelayanan Pengambilan Obat Di Loket Obat Pada Puskesmas
Kecamatan Tambun Selatan
Penerbit              : Universitas Gunadarma 2009

Latar Belakang Masalah
Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang banyak, Indonesia memiliki berbagai permasalahan. Salah satunya adalah masalah antrian dalam sistem jasa pelayanan, baik pada lembaga pemerintah maupun lembagaswasta. Antrian timbul karena banyaknya individu yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang bersamaan, selain itu juga dapat disebabkan oleh terbatasnya sumber daya manusia dalam sistem jasa pelayanan. Sebagai akibatnya masyarakat/pelanggan harus menunggu beberapa waktu dalam satu waktu untuk menunggu giliran agar dapat mendapatkan pelayanan.

Bekasi yang merupakan salah satu kota di Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak, sering kita jumpai masalah-masalah antrian seperti antrian pembelian dalam membeli karcis kerata api di loket, antrian pada loket-loket pembayaran telepon, antrian mobil saat mengambil karcis tol, antrian para nasabah untuk menabung dibank, antrian pengambilan obat diloket obat seperti yang terjadi pada Puskesmas Kecamatan Tambun Selatan, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.

Proses antrian menjadi salaj satu hal yang sangat penting, antrian yang lama dan panjang akan sangat membosankan dan merugikan masyarakat/ pelanggan baik dari segi waktu maupun dari segi biaya.

Untuk mengurangi tingkat ketugian yang timbul dari antrian, maka dapat diterapkan salah satu metode dari beberapa metode antrian yang ada. Dengan menerapkan metode antrian, pembelian jasa dapat memperpendek garis antrian yang timbul akibat dari fasilitas pelayanan yang kirang memadai.

Berdasarkann hasil uraian diatas telah mendorong penulis untuk mengambil judul tentang “ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PENGAMBILAN OBAT DI LOKET OBAT PADA PUSKESMAS KECAMATAN TAMBUN SELATAN”.

Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi perumusan masalah dari penulisan ilmiah ini :
1.       Bagaimana proses antrian pada Puskesmas Kecamatan Tambun Selatan dengan menggunakan metode antrian Multi Chanel Single Phase pada hari kerja ?
2.       Berapa jumlah loket yang harus dioperasikan agar pelayanan optimal ?
Batasan Masalah
Pada bagian ini penulis membatasi masalah pada layanan loket antrian dalam penyarahan dan pengambilan obat oleh pasien.

Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah :
1.       Untuk menganalisis antrian yang terjadi pada loket pengambilan obat di Puskesmas Kecamatan Tambun Selatan.
2.       Untuk menentukan jumlah loket yang harus dioperasikan pada hari kerja.

Metodologi Penulisan
Objek Penulisan
Penelitian dilakukan pada Puskesmas Kecamatan Tambun Selatan yang berlokasi di Jl. Sultan Hasanudin No. 5 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah pasien di loket pengambilan obat pada Puskesmas Kecamatan Tambun Selatan.

Data/Variabel
Dalam penulisan ilmiah variabel yang diteliti adalah tingkat kedatangan rata-rata pasien (λ), waktu pelayanan rata-rata (1/μ), dan jumlah fasilitas pelayanan (S).

Metode Pengumpulan Data
Adapun metode penulisan yang digunakan :
1.       Observasi, peneliti mendatangi objek yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang diperlukan.
2.       Wawancara, peneliti mengadakan tanya jawab dengan salah satu karyawan untuk mendapatkan data.

Alat Analisis yang Digunakan
Dalam perhitunagn antrian ini alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode Multi Chanel Single Phase, yaitu suatu metode yang biasa digunakan untuk dua atau lebih fasilitas pelayanan (server) yang dialiri aliran tunggal.


jurnal II


Nama                 : Bobi Ade Dermawan
NPM                  : 10207213
Jurusan               : Manajemen
Judul                   : Analisis Antrian Pelayanan Pengambilan Obat Diloket Obat Pada Puskesmas Cabang
Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur
Penerbit              : Universitas Gunadarna 2010

Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami fenomena menggu. Sangat menyanangkan jika kita dapat diberi pelayanan, atau hal lainnya, tanpa “nuansa” kehalusan untuk menunggu. Tetapi baik kita menyukai atau tidak, menunggu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, dan yang kita harapkan hanyalah agar ketidaknyamanan ini dapat dikurangi.

Antrian dalam bahasa Inggris disebut Waiting Line adalah keadaan dimana seorang individu harus menunggu giliran untuk mendapatkan jasa pelayanan. Antrian tersebut timbul karena banyak individu yang membutuhkan jasa pelatanan pada waktu yang bersamaan, sebagai akibatnya pemdatang harus menunggu giliran agar dapat mendapatkan pelayanan.

Antrian yang sangat enjang dan terlalu panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan memang sangat menyabalkan dan membosankan serta dapat juga merugikan bagi pelanggan baik dari segi waktu maupun dari biaya. Oleh karena itu, seharusnya sistem antrian ini dapat dirancang lebih cepat dan efisien agar meningkatkan pelayanan pelanggan dengan menggunakan teori antrian.

Sistem antrian yang sering terjadi dan kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari sangatlah banyak. Seperti antrian pada loket-loket transaksi bank, loket-loket pembayaran telepon, antrian untuk membeli tiket bus diterminal, antrian penonton pada gedung bioskop, antrian mobil-mobil di tempat pembayaran tol, antrian pasien-pasien yang menungu giliran mengambil obat diloket obat dan mmasih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Puskesmas Cabang Bekasi Jaya sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berkedududkan di Jl. Mekar Sari No. 75 Kecamatan Bekasi Timur, setiap harinya pasti tidak pernah lepas dari antrian para pasien yang menunggu giliran untuk dapat dilayani oleh Dokter. Setelah itu, mereka harus menunggu giliran untuk mendapatkan obat di loket pengambilan obat. Begitu banyak pasien yang menggu untuk dilayani namun karena puskesmas hanya mempunyai 2 orang karyawan apoteker diloket obat yang disediakan maka terjadi antrian yang panjang dan begitu lama sehingga membuat para pasien menjadi bosan. Oleh karena itu, sistem antrian harus diterapkan di Puskesmas Cabang Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur agar meningkatkan pelayanan masyarakat dan menciptakan kedisiplinan dalam antrian.
Dan berasarkan uiaran diatas maka penulis tertarik mengambil judul “ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PENGAMBILAN OBAT DI LOKET OBAT PADA PUSKESMAS CABANG BEKASI JAYA KECAMATAN BEKASI TIMUR”.

Rumusan dan Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari penulisan ilmiah ini yaitu Bagaimana proses Antrian pada Puskesmas Cabang Bekasi Jaya dengan menggunakan metode Antrian Muti Chanel Single Phase pada hari kerja dan berapa jumlah loket yang harus dioperasikan agar pelayanan dapat optimal,
Batasan Masalah
Pada bagian ini penulis membatasi pembahsan maslaah pada loket antrian dalam penhyerahan dan pengambilan obat oleh pasien pada bulan Maret tahun 2010

Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penulisan ilmiah ini adalah :
1.       Untuk menganalisis antrian yang terjadi pada loket pengambilan obat di Puskesmas Cabang Bekasi Jaya
2.       Untuk menentukan jumlah karyawan apoteker yang harus dioperasikan pada setiap hari kerja

Metode Penelitian
Objek Penelitian
Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah para pasien yang mengantri di loket pengambilan obat pada Puskesmas Cabang Bekasi Jaya.
Data/Variabel
Dalam oenelitian ini variabel yang diteliti adalah :
1.       Tingkat kedatangan rata-rata pasien (λ)
2.       Waktu pelayanan rata-rata (1/μ)
3.       Jumlah pasien (n) dan
4.       Jumlah fasilitas pelayanan (S)

Metode Pengumpulan Data
Adapun metode penulisan yang digunakan adalah sebagai berikut ini :
1.       Metode Kepustakaan (Library Research), yaitu dengan cara mengumpulkan, membeca, mempelajari serta menelaah buku-buku bacaan, surat kabar, majalah, internet dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembahasan yang penulis tulis.
2.       Observasi, dengan mendatangi objek yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang diperlukan.
3.       Wawancara, yaitu dengan mendatangi dan mengajukan pertanyaan pada pimpinan puskesmas tersebut untuk mendapatkan data yang akurat.

Alat Analisis yang digunakan
Dalam perhitungan antrian ini alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode Multi Chanel Single Phase, yaitu suatu metode yang biasa digunakan untuk dua atau lebih fasilitas pelayanan (server) yang dialiri oleh antrian tunggal.

jurnal I


Nama           : Benny Hilmawan Elhamsyah
NPM             : 11206223
Jurusan         : Manajemen
Judul             : Analisis Antrian Pelayana Pengambilan Obat Pada Puskesmas Kecamatan
Bantar Gebang
Penerbit         : Universitas Gunadarma 2009


Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari seting di jumpa maslah antrian dalam sistem jasa pelayanan, baik pada lembaga pemerintah maupun lembaga swasta. Antrian timbul karena banyak individu yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang bersamaan. Hal ini antara lain bisa kita jumpai terutama di kota-kota besar di Indonesia yang disebabkan oleh jumlah penduduk yang besar dan dapat juga disebabkan terbaasnya sumber daya dalam sistem jasa pelayanan dan dunia usaha(bisnis) di Indonesia.

Sistem antrian tersebut dapat terlihat setiap hari seperti antrian pada loket-loket transaksai bank, loket-loket pembayaran telepon, antrian untuk membeli tiket bus diterminal, antrian pada loket-loket pembayran listrik dan masih bayak lagi contoh-contoh lainnya.

Mengantri di suatu loket pembayaran merupakan hal yang wajar terjadi, tetapi bisa menjadi hal yang sangat membosankan serta dapat juga metugikan masyarakat/pelanggan baik dari segi waktu maupun dari segi biaya. Oleh karena itu diperlukan sistem formasi baris penungguan pelanggan jika inin mendapatkan pelayanan disuatu loket pembayaran tersebut.

Dan pelayanan yang diberikan oleh suatu loket pembayaran harus dilakukan seefesien mungkin, karena apabila pelayanan terlalu lama, maka akan memerlukan ongkos yang besar, sebaliknya jika kapasitas pelayanan kurang maka akan terjadi penungguan dalam waktu yang cukup lama, yang akan menimbulkan akibat seperti berkurangnya jumlah pelanggan yang dateng, atau ketidak efisienan karyawan suatu loket pembayaran. Oleh karena itu, penelitian ilmiah ini memberi judul “ANALILIS ANTRIAN PELAYANAN PENGANBILAN OBAT PADA PUSKESMAS KECAMATAN BANTAR GEBANG BEKASI”.


Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Berapa jumlah loket yang harus di operasikan agar pelayanan dapat optimal ?
Batasan masalah :
Pada bagian ini penulis membatasi pada layanan loket antrian dalam pengambilan obat oleh pasien.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penuliasan ilmiah ini adalah :
1.      Untuk menentukan jumlah loket yang harus dioperasi agar pelayanan yang diberikan dapat optimal

Metodologi Penelitian
1.      Objek penelitian
Penelitian dilakukan pada Puskesmas Kecamatan Bantar Gebang yang berlokasi di Jl. Raya Narogong Km 10 no. 75 Bantar Gebang. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah para pasien yang mengantri di loket penganbilan obat di Pusekesmas Kecamatan Bantar Gebang.
2.      Data atau Variabel
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah tingkat kedatangan rata-rata pasien (λ), waktu pelayanan rata-rata (1/μ), jumlah pasien (n) dan jumlah fasilitas pelayanan (S).
3.      Metode Pengumpulan Data
Di dalam penyusunan penuliasan ilmiah ini, penelitian memerlukan sumber-sumber data yang erat kaitannya dengan judul penulisan ini. Adapun metode penulisan yang digunakan sebagai berikut :
a.      Studi Pustaka (Library Research)
Mempelajari beberapa buku yang berhubungan dengan judul penulisan ilmiah dan buku catatan selama perkuliahan serta bahan-bahan lainnya yang mendukung penelitian ilmiah ini.
b.      Penelitian Langsung
Yaitu teknik penelitian yang dilakukan secara langsung kepada objek penelitian untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Penelitian yang digunakan pada Puskesmas Kecamatan Bantar Gebang antara lain :
1.      Wawancara (data sekunder)
Penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada pegawai Puskesmas Kecamatan Bantar Gebang untuk memperkuat data yang peneliti lakukan dan yang berhubungan langsung dengan masalah yang akan dibahas.
2.      Observasi
Dengan melakukan pengamatan langsung dan mengumpulkan informasi dari pegawai atau pasien.
3.      Alat Analisis yang digunakan
Dalam perhiitungan antrian ini alat analisis yang digunakan adalah Multi Chanel Single Phase. Multi Chanel Single Phase adalah metode yang digunakan untuk dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tunggal.



 Rumus yang digunakan untuk model M/M/S/I/I


Pembahasan