Sabtu, 12 Maret 2011

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN PENGOLAHAN / MANUFAKTUR

§ Perusahaan pengolahan / manufaktur: perusahaan yang mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi.

§ Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan :

ü Persediaan Bahan Baku

ü Persediaan Barang Dalam Proses

ü Persediaan Barang Jadi

LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba.

Neraca

Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang

Neraca sebagian

31 Desember 2005

Perusahaan Manufaktur

Neraca sebagian

31 Desember 2005

Aktiva Lancar:

Aktiva Lancar:

Kas

Rp 1.000

Kas

Rp 1.200

Piutang (bersih)

13.000

Piutang (bersih)

4.000

Persediaan Barang Dagangan

9.000

Persediaan:

Sewa Dibayar di Muka

2.900

Barang Jadi

Rp 15.000

25.900

Barang Dalam Proses

18.000

Bahan Baku

9.000

42.000

Sewa Dibayar di Muka

1.600

48.800

Laporan Rugi-Laba

Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Dagangan 1 Januari …………

Rp 10.000

(+) Pembelian Bersih …………………..……………

99.250

Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………

Rp 109.250

(-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember …

9.000

Harga Pokok Penjualan …………………………….

Rp 100.250

Perusahaan Manufaktur

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Jadi 1 Januari ………………….

Rp 12.000

(+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) ……………

688.000

Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………….

Rp 700.000

(-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember ………….

15.000

Harga Pokok Penjualan

Rp 685.000

Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb:


Perusahaan Dagang:















Persediaan Barang + Pembelian - Persediaan Barang = Harga Pokok

Dagangan (Awal) Bersih Dagangan (Akhir) Penjualan

Perusahaan Manufaktur:















Persediaan Barang + Harga Pokok - Persediaan Barang = Harga Pokok

Jadi (Awal) Produksi Jadi (Akhir) Penjualan

Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.

Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):

Skedul Harga Pokok Produksi

Tahun 2005

Persediaan Barang Dalam Proses 1 Januari …………………..

Rp 10.000

Ditambah:

Bahan Baku:

Persediaan 1 Januari ………………..

Rp 5.000

Ditambah: Pembelian ……………….

100.000

Tersedia Dipakai …………..………...

105.000 105

Dikurangi : Persediaan 31 Desember

9.000

Bahan Baku Dipakai ………………………………..

Rp 96.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….….

200.000

Biaya Overhead Pabrik:

Tenaga Kerja Tidak Langsung ..……

Rp 50.000

Listrik dan Air …………………………

140.000

Bahan Habis Pakai Pabrik ………….

30.000

Penyusutan Gedung Pabrik ………...

120.000

Penyusutan Mesin …………………...

60.000

Total Biaya Overhead Pabrik ………………………

400.000

Total Biaya Produksi tahun ini ……………………………………

696.000

Total Biaya Barang Dalam Proses …………………………………

706.000

Dikurangi:

Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember ……………..

18.000

Harga Pokok Produksi ………………………………………………

688.000

HARGA POKOK PRODUKSI

Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Biaya-biaya tersebut terdiri dari:

ü Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)

ü Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)

ü Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)

Biaya Bahan Baku

§ Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.

§ Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya.

§ Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

§ Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.

§ Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. Jadi, Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.

Biaya Overhead Pabrik

§ Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

§ Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik, a.l.:

ü Biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti Upah pengawas, mandor, mekanik, bagian reparasi, dll

ü Biaya bahan penolong, yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan, tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi.

ü Biaya penyusutan gedung pabrik, Biaya penyusutan mesin, dll

SIKLUS AKUNTANSI

§ Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.

§ Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik:

ü Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa, baik di awal maupun akhir periode.

Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku, tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku, seperti terlihat pada jurnal berikut:

Mei

17

Pembelian Bahan Baku

Kas / Utang Dagang

Rp 100.000

Rp 100.000

ü Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses, baik di awal maupun akhir periode.

ü Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode.

§ Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang.

§ Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang, tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.

§ Contoh Neraca Lajur Sebagian:

Perusahaan Manufaktur

Neraca Lajur sebagian

Periode tahun 2005

Nama Rekening

NSSD

Harga Pokok Poduksi

Laporan Rugi-Laba

Neraca

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Persediaan Barang Jadi

12.000

12.000

15.000

15.000

Persed. Barang Dlm. Proses

10.000

10.000

18.000

18.000

Persediaan Bahan Baku

5.000

5.000

9.000

9.000

Pembelian Bahan Baku

100.000

100.000

Biaya Tenaga Kerja Lgsg.

200.000

200.000

Biaya Tenaga Kerja Tak Lgsg.

50.000

50.000

Biaya Listrik dan Air

140.000

140.000

Biaya Bahan Habis Pakai

30.000

30.000

Biaya Penyst. Gedung Pabrik

120.000

120.000

Biaya Penyst. Mesin

60.000

60.000

Biaya Pemasaran

40.000

40.000

Penjualan

1.500.000

1.500.000

……….

………..

715.000

27.000

Harga Pokok Produksi

688.000

715.000

715.000

JURNAL PENUTUP

Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Dalam perusahaan manufaktur, rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.

Contoh:

Des.

31

Harga Pokok Produksi

Persediaan Barang Dalam Proses

Persediaan Bahan Baku

Pembelian Bahan Baku

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Biaya Listrik dan Air

Biaya Bahan Habis Pakai

Biaya Penyusutan Gedung Pabrik

Biaya Penyusutan Mesin

(untuk menutup rekening-rekening Persediaan Bahan Baku awal, Barang Dalam Proses awal, dan rekening-rekening Biaya produksi)

Rp 715.000

Rp 10.000

5.000

100.000

200.000

50.000

140.000

30.000

120.000

60.000

31

Persediaan Barang Dalam Proses

Persediaan Bahan Baku

Harga Pokok Produksi

(untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku)

Rp 18.000

9.000

Rp 27.000

31

Persediaan Barang Jadi

Penjualan

Ikhtisar Rugi-Laba

(untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan)

Rp 15.000

1.500.000

Rp 1.515.000

31

Ikhtisar Rugi-Laba

Persediaan Barang Jadi

Harga Pokok Produksi

(untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi)

Rp 700.000

Rp 12.000

688.000

31

Ikhtisar Rugi-Laba

Biaya Pemasaran

(untuk menutup biaya pemasaran)

Rp 40.000

Rp 40.000

Kamis, 10 Maret 2011

Jika Aku Menjadi Wanitakarir

Jika saya mempunyai sebuah usaha, saya akan bergerak di bidang pemasaran. Mengapa demikian ? karena menurut saya, itu sebuah usaha yang mulia karena saya bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan memasarkan sebuah produk yang tidak basi pun akan bertahan lama karena zaman bergulir seperti roda saja. Untuk itu Pmez's Shop Petits akan berusaha utuk menjadi Shop nuber uno dengan cara menjalankan visi dan misi.

Visi dan Misi yang dimiliki Pmez's Shop Petits :

Visi :
"Menjadi Shop yang selalu di cintai yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan selalu progresif"

Misi :
1. Selalu menanamkan 2FP (friendly, funny, polite)
2. Selalu berorientasi pada pemenuhan kebutuhan konsumen
3. Menyediakan produk-produk yang berkualitas, inofativ dan relefan
4. Selalu memastikan ketersediaan barang yang di butuhkan konsumen
5. Memahami dan mengimbangi tradisi internasional tanpa menghilangkan produk lokal
6. Memberikan pelayanan prima kepada pecinta Pmez's Shop Petits
7. Berusaha untuk mengembangkan outlet-outlet lain di beberapa daerah

Pertumbuhan Ekonomi

1. Konsep-konsep dan Pengukuran

Menurut metode ini, PDB adalah total output yang dihasikan oleh suatu perekonomian. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai produksi yang dihasilakan oleh sektor-sektor produktif.

2. Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi

3. Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi

Ada 5 faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi antara lain :

1) Akumulasi Modal

Akumulasi modal terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung atau di investasikankembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari.

2) Pertumbuhan Penduduk

Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

3) Kemajuan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4) Sumber Daya Alam (SDA)

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

5) Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya.

4. Teori-teori Pertumbuhan ekonomi

Secara garis besar teori-teori pertumbuhan ekonomi dapat di bagi menjadi beberapa golongan besar yaitu :

4.1. Teori Pertumbuhan Klasik

A. Adam Smith (1723-1790)

Menurut Adam Smith, untuk berlangsungnya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktifitas tenaga kerja dapat bertambah. Disebutkan pula olehnya bahwa sebelum adanya pepmabgian kerja harus ada akumulasi kapital dimana kapital ini berasal dari investasi dan tabungan.

Menurut Adam Smith pertumbuhan bersifat akumulatif ; artinya jika ada pasar yang cukup dan akumulasi kapital, akan ada pembagian kerja dengan produktifitas tenaga kerja manaik. Kenaikan ini menyababkan penghasilan nasional naik untuk kemudian memperbesar jumlah penduduk dan selanjutnya memperluas pasar. Perkembangan berhenti oleh karena sumber-sumber alam terbatas jumlahnya disamping berlakunya hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang.

B. David Ricardo (1772-1823)

Ia membagi masyarakat ekonomi menjadi 3 golongan, yaitu golongan :

1. Golongan Kapitalis

Golongan kapitalis adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yag mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.

2. Golongan Buruh

Golongan buruh ini tergantung pada golongan kapital dan merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat.

3. Golongan Tuan Tanah

Golongan tuan tanah ini mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang di sewakan. David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus-menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.

Sesuai dengan pengolongan diatas maka pendapatan nasional dibagi menjadi 3, yaitu upah, sewa dan keuntungan. Dalam hal ini ia membedakan antar penerimaan bruto dengan penerimaan netto. Penerimaan bruto tidak lain merupakan nilai pasar dari barang-barang akhir yang di produksikan dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan penerimaan netto adalah pendapatan yang memungkinkan adanya pertumbuhan selanjutnya. Dengan kata lain, apabila penerimaan netto tersebut diinvestasikan lagi akan mengakibatkan terjadinya perkembangan.

C. Thomas Robert Malthus

Menurut tokoh ekonomi ini, yang namanya kenaikna jumlah penduduk, yang berarti juga tambahan permintaan, merupakan unsur penting yang perlu di perhatikan. Disamping itu, juga harus diikuti dengan kemajuan-kemajuan faktor perkembangan lainnya.

D. John Stuard Mill

Pandangan Mill ini dapat dikatan sama dengan Smith dan Ricardo. Salah satu analisisnya yaitu mengenai faktor-faktoryang mempengaruhi pembangunan ekonomi, diantaranya :

1) Faktor-faktor non ekonomis seperti adat istiadat dan kepercayan masyarakat.

2) Ada tidaknya golongan msayarakat yang kreatif.

3) Ada tidaknya pengetahuan.

4.2. Teori Pertumbuhan Non Klasik

A. Teori Slow-Swan

Robert Slow dan Trevor Swan secara sendiri-sendiri mengembangkan model pertumbuhan ekonomi yang sekarang dikenal dengan model pertumbuhan neo-klasik.

Aliran Neo-Klasik mempelajari tingkat bunga, yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. Pendapatan neo-klasik menganai perkembangan ekonomi dapat diikut sertakan sebagai berikut :

1) Adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi

2) Perkembangan itu merupakan proses yang gradual

3) Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif

4) Aliran neo-klasik merasa optimis terhadap perkembangan

5) Adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut

4.3. Teori Pertumbuhan Post-Keynesian

Teori ini berusaha mengembangkan teori Keynes. Teori Keynesian analisisnya hanya terbatas dalam jangka pendek, dan teori ini akan diperluas menjadi teori produksi dan kesempatan kerja dalam jangka yang lebih panjang.

4.4. Teori Pertumbuhan Schumpeter

Teori schumpeter sebenarnya dapat digolongkan dalam kelompok teori pertumbuhan klasik, pengungkapannya sana dengan kerangka analisis klasik. Menurut schumpeter, faktor utama perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dengan para wiraswastawan atau inovator atau enterpreneur sebagai pelakunya. Schumpter membedakan antara pengertian perkembangan ekonomi dengan pengertian perkembangan ekonomi.

4.5. Teori Pertumbuhan Kuznets

Teori pertumbuhan ekonomi kuznets dikenal dengan oleh Prof. Simon Kuznets pemegang hadiah nobel dalam ilmu ekonomi tahun 1971, teori ini kita bedakan dari teori pertumbuhan ekonomi lainnya. Kuznets dengan kepeloporannya telah mampu mengukur dan manganalisis sejarah pertumbuhan pendapatan nasional di negara-negara maju, dan dari pengalaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dinegara-negara sedang berkembang. Secara singkat penjelasan dari uraian tersebut adalah :

1) Untuk mencapai kematangan ekonomi, diperlukan peningkatan output nesional secara terus-menerus dan dapat di pertahankan

2) Agar kematangan ekonomi dapat diwujudkan, maka perlu diciptakan suatu pra-kondisi berupa kamajuan teknologi

3) Pembaharuan teknologi harus disertai dengan perubahan perilaku, presepsi sosial dan ikut dengan penyesuaian ideologi

Berdasarkan kepada analisis di atas, maka Kuznets menunjuk kepada 6 karakteristik pertumbuhan ekonomi suatu negara :

1) Tingginya tingkat pendapatan per kapita

2) Tingginya produktivitas tenaga kerja

3) Tinginya faktor transformasi struktur ekonomi

4) Tingginya faktor transformasi sosial-ideologi

5) Kemampuan perekonomian untuk melakukan perluasan pasar

6) Adanya kesadaran, bahwa pertumbuhan ekonomi sifatnya terbatas